Perkembangan Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan belakangan ini memang makin tidak terbendung. Ada yang merasa terbantu, tapi tidak sedikit juga yang merasa terancam.
Nah, kemarin di Surabaya, tepatnya di acara GASPOL (Gerakan Apresiasi Surabaya), fenomena ini dibedah habis-habisan dalam talkshow bertajuk "Kuasai AI, Personal Branding, Menuju Digital". Menariknya, acara ini menghadirkan sudut pandang yang sangat lengkap—mulai dari akademisi, pakar hukum, birokrasi, hingga praktisi industri.
Nah, kemarin di Surabaya, tepatnya di acara GASPOL (Gerakan Apresiasi Surabaya), fenomena ini dibedah habis-habisan dalam talkshow bertajuk "Kuasai AI, Personal Branding, Menuju Digital". Menariknya, acara ini menghadirkan sudut pandang yang sangat lengkap—mulai dari akademisi, pakar hukum, birokrasi, hingga praktisi industri.
Buat kamu yang ketinggalan acaranya, jangan khawatir! Berikut adalah rangkuman 4 insight daging yang sayang banget kalau dilewatkan:
1. AI Berawal dari Imajinasi "Telepati"
Pernahkah kamu membayangkan bisa berkomunikasi atau memerintah sesuatu tanpa harus repot-repot bersuara?
Menurut Prof. Dr. Muhammad Hariadi, S.T., M.Sc., Ph.D. (Cak Mad), seorang akademisi ITS dan kreator AI, kecerdasan buatan lahir dari benih idealis manusia tentang konsep "telepati". Dulu, ide ini cuma sekadar fiksi ilmiah. Namun sekarang, gagasan telepati itu mewujud dalam bentuk AI yang bisa memproses prompt (perintah teks) dan memahami bahasa manusia.
Kini, AI bukan lagi monster dari masa depan, melainkan asisten harian yang siap mendongkrak produktivitas kita.
2. Kenapa Penggunaan AI di Indonesia Sering "Kebablasan"?
Kita sering mendengar kasus penyalahgunaan AI, mulai dari pelanggaran hak cipta, pornografi digital, sampai orang-orang yang kreativitasnya tumpul karena terlalu bergantung pada ChatGPT. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Pak Robi Gunawan (Cak Robi), CEO Joe Consulting sekaligus pakar hukum, memberikan kacamata sosiologis yang sangat menarik. Menurutnya, masyarakat Indonesia mengalami "lompatan budaya" yang terlalu cepat.
"Masyarakat kita melompat langsung dari era agraris (pertanian) ke era digital tanpa melewati pemahaman etika dan standar industri yang matang."
Lompatan instan inilah yang bikin banyak dari kita jadi gagap secara etika. Kita punya teknologinya, tapi belum paham batasan moral dan legalnya.
Merespons masalah gaptek (gagap teknologi) dan gagap etika tersebut, Pemerintah Kota Surabaya ternyata tidak tinggal diam.
Pak Arif Agung (Cak Arif) dari Diskominfo Kota Surabaya memaparkan bahwa Pemkot memiliki fasilitas keren bernama BLC (Broadband Learning Center). BLC ini adalah fasilitas pelatihan TI gratis untuk warga Surabaya!
Tidak cuma diajari cara pakai internet, BLC kini juga beradaptasi untuk mengedukasi warga tentang cara menggunakan AI secara bijak dan produktif. Ini adalah langkah preventif yang sangat bagus agar masyarakat kecil dan pelaku UMKM tidak tertinggal oleh zaman, sekaligus paham etika berinternet.
4. Jangan Takut, Jadikan AI Sebagai "Multiplier" Karirmu!
Lalu, bagaimana kita sebagai individu harus bersikap? Pak Moh Noor Al Azam (Cak Noor), Direktur PT Radnet Digital Indonesia, membagikan kisah suksesnya.
Banyak yang takut AI akan mencuri pekerjaan manusia. Namun bagi Cak Noor, AI adalah multiplier atau pengali potensi diri. Dengan mempelajari dan menguasai berbagai tools AI, beliau justru berhasil membangun personal branding sebagai profesional yang tech-savvy (melek teknologi) dan adaptif. Keahlian mengendalikan AI inilah yang menjadi portofolio kuat dalam perjalanan karirnya hingga mencapai posisi Direktur Utama.
Kesimpulan: AI Adalah Cermin Siapa Kita
Dari talkshow GASPOL ini, kita bisa menarik satu kesimpulan penting: Teknologi itu pada dasarnya netral.
AI tidak secara otomatis membuat manusia jadi bodoh atau malas. Dampak buruk hanya muncul saat AI digunakan oleh orang yang tidak punya fondasi etika dan keahlian yang kuat. Sebaliknya, jika kita mau terus belajar—seperti memanfaatkan fasilitas BLC dan meniru mindset adaptif Cak Noor—AI akan menjadi asisten terbaik untuk meroketkan personal branding dan karir kita.
Solusi Internet Cepat & Stabil
hanya di Radnet-Digital.ID