Pernahkah Anda kesulitan melacak aktivitas pengguna di jaringan hotspot Anda? Mengelola jaringan dengan banyak pengguna berarti Anda harus siap memantau siapa saja yang login, berapa banyak bandwidth yang dihabiskan, hingga melacak error yang terjadi pada router.
Artikel ini akan merangkum implementasi sistem monitoring log hotspot MikroTik berbasis Graylog . Proyek ini dirancang secara khusus untuk memantau 21 pengguna, yang terdiri dari 1 Direktur dan 20 Pegawai.
Artikel ini akan merangkum implementasi sistem monitoring log hotspot MikroTik berbasis Graylog
Apa Itu Graylog?
Graylog adalah sebuah platform manajemen log yang berfungsi untuk mengumpulkan, menyimpan, mencari, dan menganalisis log dari berbagai sumber.
Kenapa menggunakan Graylog untuk jaringan MikroTik?
- Terpusat: Semua log dari perangkat jaringan dikumpulkan di satu tempat.
- Pencarian Cepat: Memudahkan pencarian berdasarkan source, IP, atau pesan spesifik.
- Keamanan & Audit: Menyimpan jejak rekam aktivitas pengguna seperti login/logout dan kegagalan autentikasi.
- Visualisasi: Menampilkan ringkasan aktivitas secara real-time melalui dashboard interaktif.
Komponen & Topologi Jaringan
Untuk membangun sistem ini, terdapat beberapa komponen utama yang digunakan:
- MikroTik RouterOS: Bertindak sebagai penyedia hotspot dan pengirim syslog.
- Ubuntu Server 24.04: Sebagai sistem operasi host untuk Graylog.
- MongoDB: Berfungsi sebagai database pengelola metadata dan konfigurasi Graylog.
- Graylog: Sebagai platform manajemen log sentral
.
Konfigurasi IP Dasar:
Sistem ini menggunakan IP . Server Ubuntu dan Graylog berjalan di IP .
10.5.50.1 sebagai gateway hotspot di MikroTik192.168.88.200 melalui antarmuka virtual (Host-Only Adapter)Langkah-Langkah Implementasi
1. Persiapan Server Ubuntu & Instalasi
Langkah pertama adalah menyiapkan OS Ubuntu Server 24.04 dengan alokasi RAM minimal 4 GB. Setelah server berjalan, konfigurasi IP statis diterapkan menggunakan Netplan agar server Graylog selalu berada di IP 192.168.88.200.
2. Pemasangan MongoDB & Graylog
- MongoDB: Menggunakan versi 6.0 yang diinstal via repository resmi.
- Graylog (Server + Data Node): Menggunakan versi 5.x
. Salah satu tahap krusial di sini adalah membuat kombinasi password rahasia dan hash SHA256 untuk keamanan akses ke akun admin Graylog.
3. Konfigurasi Hotspot MikroTik
Pembuatan hotspot dilakukan padaether1dengan rentang IP DHCP10.5.50.2hingga10.5.50.253. Dua profil pengguna dibuat di sini:
- Direktur: Mendapatkan akses bandwidth tanpa batas (unlimited).
- Pegawai: Dilimitasi kecepatannya sebesar 5 Mbps.
4. Integrasi Syslog (MikroTik ke Graylog)
Agar log bisa dibaca oleh sistem, MikroTik dikonfigurasi untuk mengirim rekaman aktivitas menggunakan aturan Syslog (System Logging) tipe remote ke IP Ubuntu (192.168.88.200) menggunakan protokol UDP pada port5140. Topik log yang dikirim mencakup aktivitas account, alert, error, dan firewall .
Di sisi Graylog, admin cukup membuat menu Input bertipe Syslog UDP yang mendengarkan pada port . Pastikan status pada antarmuka Graylog menunjukkan indikator RUNNING.
5140 Hasil: Apa Saja yang Bisa Dimonitor?
Setelah aliran log berjalan lancar (stream aktif), admin dapat menyusun panel dashboard untuk memantau metrik secara komprehensif . Beberapa informasi utama yang bisa didapatkan dari implementasi ini meliputi:
- Aktivitas Pengguna: Mencatat identitas username yang sedang login atau logout.
- Alokasi IP & Sesi: Memantau IP address yang diberikan DHCP kepada pengguna beserta durasi waktu koneksinya
. - Koneksi Gagal: Melacak percobaan login yang ditolak untuk kebutuhan analisis keamanan
. - Konsumsi Bandwidth: Merekam jejak jumlah data yang telah dihabiskan oleh user.
Dengan mengandalkan Graylog, audit jaringan dan troubleshooting insiden pada hotspot MikroTik dapat dilakukan secara cepat, rapi, dan terpusat tanpa harus terus menerus membuka antarmuka terminal router .
Solusi Internet Cepat & Stabil
hanya di Radnet-Digital.ID


